AWAL DARI SUATU CERITA DI TAHUN 2012

AWAL DARI SUATU CERITA DI TAHUN 2012
KALIPARE, 10-07-2012, SEBAIT CERITA PARAGRAF KEHIDUPANKU,ISTRIKU, ANAK KU DAN KELUARGAKU

Sabtu, 30 Januari 2010

Rastafarian Dalam Musik Reggae

BELIA pasti kenal kan dengan Om Marley, musisi legendaris reggae? Kalo Belia dengerin lagu dan kisah hidupnya, wah dijamin deh Belia bakal terkesima dengan karisma Om Bob ini. Namun, inget juga ya! Enggak semua hal dari kehidupan musisi legendaris mana pun mesti kita tiru secara total. Belia yakin, temen-temen Belia sendiri pasti udah bisa memfilter segala informasi yang hinggap dalam pikiran Belia.

Mau tahu lebih lanjut tentang perkembangan rastafarian? Simak terus yah ulasan belia kali ini. Menurut penuturan beberapa sumber diceritakan bahwa musik reggae ini lahir di Jamaica sekitar tahun 1970-an. Di negeri asalnya, kaum rastafarian ini identik dengan perjuangan kaum kulit hitam yang mencoba melawan penindasan kaum kulit putih. Sosok kepahlawanan kaum rastafarian dikenang oleh generasi muda saat ini dengan penampilan yang cukup unik.

Beberapa atribut simbol yang mewakili kaum rastafarian di antaranya rambut gimbal, bendera dengan kombinasi warna hijau, kuning, dan merah. Bahkan, ada yang berpandangan bahwa rastafarian itu identik dengan kebiasaan mengonsumsi ganja. Wah, kalo untuk men-judge seperti ini belia angkat tangan deh!

Yang pasti belia yakin kok nggak semua orang tertarik juga dengan hal negatif tersebut. Apalagi kalo memvonis para penikmat musik tersebut adalah kaum pemakai! Wah salah berat tuh temen Belia! Dalam paparan artikel "Merentang Riwayat Reggae", (halaman situs sendaljepit.wordpress.com) diceritakan bahwa kata reggae diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata "ragged" (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae).

Bahkan, disebutkan pula bagaimana asal muasal rambut gimbal. Rambut gimbal bagi kaum Rastafarian ternyata mempunyai nilai tersendiri tuh temen-temen Belia! Rambut gimbal dalam istilah lazim reggae "dreadlock" ternyata diceritakan sudah puluhan tahun silam menjadi sebuah budaya.

Kembali ke "dreadlock" nya kaum Rastafarian, ternyata rambut gimbal ini mempunyai identititas tertentu lho bagi kaum Rasta. Simbolisasi ini kental pada nuansa politik tahun 1930-an di Jamaika. "Dreadlock" menjadi simbol pembeda antara baldhead (sebutan untuk rambut pirang dalam kaum kulit putih) yang mereka golongkan sebagai kaum penguasa penindas. Cukup seru juga kan?

Belia jadi inget ucapan salah satu musisi reggae di Indonesia, Steven & Coconut Treez dalam liputan Kick Andy yang menyatakan, "Enggak semua musisi reggae itu mengonsumsi ganja! Kembali kepada individunya masing-masing! Banyak juga mereka yang bukan penggemar reggae terlibat drugs."

Jujur belia pun sedikit terharu dengan penuturan salah satu musisi tersebut. Memang benar kok! Toh sampai saat ini bukan hanya kaum Rastafarian yang harus diidentikan dengan budaya narkoba. Remaja sekolah, mahasiswa, aparat polisi, sampai artis yang sering nongol di layar televisi pun ada yang terlibat narkoba. Hal tersebut seharusnya menjadi pelajaran tuh buat temen-teman Belia. Jangan sampai ada alasan dalam hati Belia "Ah, Bob Marley ajah ngeganja! masa sih gw enggak?"

Bahaya tuh kalo sampai Belia bersikap seperti itu. Berarti Belia hanya menangkap nilai negatifnya dari sosok Bob Marley. Lebih baik Belia tiru bagaimana Om Bob mengapresiasikan perlawanan rasialisme dalam lirik-lirik lagunya.

Berasal dari salah satu tokoh pejuang hak-hak kaum kulit hitam di Kingston, Jamaika, Marcus Garrey percaya bahwa akan ada seorang "nabi" yang akan datang dan membebaskan mereka dari penindasan kaum kulit putih. Singkat cerita, muncullah tokoh karismatik bernama Ras Tafaria Makonen di Jamaika. Marcus yakin sang pembebas telah datang. Ras Tafaria kemudian dijuluki Haile Selassie 1, Maha Diraja Ethiopia. Kelompok ini kemudian beralih menjadi semacam sekte (aliran kepercayaan) dan menamakan diri mereka Rastafarian.

Lambat laun ajaran tersebut semakin menyebar hingga akhirnya Bob Marley sendiri menerapkan ajaran-ajaran rastafarian ke dalam musiknya. Dan sampai saat itu pula musik reggae identik dengan rastafarian.

"Most people think Great God will come from the sky take away everything and make everybody feel high. But if you know what life is worth, you would look for yours on earth and now you see the light. So stand up for your right." (Bob Marley, "Get Up, Stand Up").***

muthart07@yahoo.com dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan komentarnya...
thanks uda kunjungi situs sosial kami