SEJARAH
EKO PRASTYO
Terlahir pada tanggal 18-08-1986 di bhumi arema
tanpa saudara, hidup sederhana, ngontrak rumah tahap pertama sampai tahun 1998 dengan kedua orang tua
ngontrak tahap kedua 1998-2004 samapai sempat diusir oleh paman karena rumah yang kita kontrak mau di jual...tapi akhirnya resmi kita beli pada tahun 2005
2005-2006 disini lah mulai tahap aku mengenal semuanya arti dari DUNIA HITAM meskipun aku tak menikmati dunia hitam meraka , tapi hidupku bersama teman teman preman, pengangguran, pengamen, pemabuk, kriminalitas, tapi disini aku mengenal arti dari SOLIDARITAS.
akhir 2006 disini aku mulai meniti karir dan cinta, jadi PENGAMEN, TUKANG TAMBAL BAN, TUKANG CUCI MOTOR, EDITOR PERCETAKAN, WIRASWASTA, BURUH, HINGGA AKHIR 2007, tepatnya 17 september 2007 aku mulai memiliki sebuah jabatan kecil meskipun hanya staf biasa di sebuah perusahaan militer. Disini semua aku mulai dari NOL...ketrampilan,basic, balance, kreatifitas maupun mental.alhamdulilah juga disini banyak yang membimbing dan aku mendapatkan banyak kepercayaan dari teman, keluarga, sampai pimpinan.
disini aku banyak dapat nikmat, cinta, dan ilmu...tapi aku tak pernah bersyukur atas NIKMAT nya
hingga tuhan menarik suatu kelemahanku tentang CINTA.banyak wanita yang mengecewakan aku dari 2007-2010. hingga aku menemukan dia ===============> WIWIK (2010) Dialah wanita yang aku impikan dari dulu
dan akhirnya aku menikahinya pada tanggal 10-07-2012.
setelah menikah 2012 banyak cobaan, ayah sakit, motorku terjual, ayah ku meninggal di tanggal 05-10-2012.
dan dari sini aku sadar......
SEMUA NIKMAT TUHAN BANYAK YANG AKU SIA SIAKAN
TANPA SYUKUR SEDIKITPUN AKAN NIKMAT
DAN saat ini aku tau Roda kehidupanku mulai berjalan keatas....tapi aku harap tuhan selalu membimbingku SELALU
AMIEN
===================================================================================================================================================================================================================================================
sekelumit cerita
kehidupan pasti akan berubah, JIKA KITA MAU MERUBAHNYA
-------------------------SLOW BUT SURE, NOTHING IMPOSIBLE IN MY LIFE.................----------------
ADALAH PEDOMAN BUATKU
===================================================================================================
========================================================================================================================================================================================================================================
SEJARAH BOB MARLEY
Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.
The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.
Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.
One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)
Dreadlock
Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.
Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.
Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.
Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).
Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.
Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.
Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.
SEJARAH MUSIK REGGAE
“Musik Jamaica Pendahulu”
Menurut
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru”
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang – orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 – 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin”
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady” yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
“Reggae N Rasta”
Bob
Marley tentunya adalah bintang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara – upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan – pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.
“Apa sih Reggae”
Reggae
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus – putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang – lubang’
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
“Ngga asli Jamaika lho!”
Reggae
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas – pasan dan putus – putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
“It’s Influences”
Saat
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits – hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
AWAL DARI SUATU CERITA DI TAHUN 2012
KALIPARE, 10-07-2012, SEBAIT CERITA PARAGRAF KEHIDUPANKU,ISTRIKU, ANAK KU DAN KELUARGAKU
Minggu, 26 Desember 2010
Sabtu, 30 Januari 2010
Untukmu wahai
Sejenak q berfikir akan smua yg terjadi padaku,.,.,knapa tuhan tak mengaBULkan do'a dan pintaku slama ini?Apakah q akan mendapatkan anugrah dgn penantianQ slama ini?Atau tUHAN memang tak mau mendENGAr do'aQ lagi?
Saat q terdiam karna kcwa ini,tiba2 byangan kedua wanita yg dlu ada dlm hidupQ hadir lg.Mreka tertawa,marah,suka dgn keada'anQ sperti ini...!! Q tak mengerti,ada apa?Knapa?Dan mengapa?Begitu sakitkah kalian karna aku?Kecewakah kalian karnaQ saat itu?Tak bisakah kalian maafkan aku?Bagaimana carax agar kalian bisa maAFKAN aq?Aq tak tau kalian ada dmN skrg,wahai wanita cantik,,temui q malam ini dlm mimpiQ,berikan maAF padaku. . .
Maafkan aku cantik
Ragu,ragu,ragu,dan ragu.
Saat aku merasakan cintaQ yg dulu,hanya hasrat dan nafsu yang bersaraf pada otakQ...Jauh ataupun dekat dengan cintaQ yg ada hanya nafsu bercinta belaka...Smua ingin terlampiaskan dalam sebuah perbuatan dosa..Tiap kita bertemu hanya nafsu yang berjalan.,,bahkan aku berfikir cinta adalah nafsu
***
kini aku tak mendapatkan wanita untuk melampiaskan hasrat bercintaku lagi seperti dulu.Tapi aku menemukan wanita yang bisa reDAM ego hasrat bercintaKU.Dia tak terlalu cantik,baik,dan kaya.Tapi dia sempurna di hatiQ.Saat kita jauh?Aq ingin sekali bercinta dan bercumbu dengan dirinya.Tapi saat kita bersama?Rasa itu hilang..Yang ada hanya rasa sayang ingin mencintai,menjaga,serta mengasihi dirinya.Mengapa ini bisa terjadi?Kemana hasrat yg dulu ada?Aq ragu pada pemikiranku?Apakah aku benar benar mencintainya?Atau tidak?Atau inikah yg namanya ketULUSAN cinta??
Membina sebuah rumah tangga adalah sebuah mimpi terindah saat usiaku 25th kelak nanti....tapi..ini hanya sebuah mimpi,....sejenak aku berfikir...."bisakah aku membahagiakan keluarga yang akan aku impikan kelak?" aku hanya bermimpi kelak aku akan bahagia....tapi??? bukane roda terus berputar...?? sudah siapkah aku kalo kehilangan seseorang yang ku cintai kelak???aku hanya berharap pada kehidupanQ yang putih....tanpa peduli awan hitam akan menaungi aku kelak....mimpiku hanya sebuah ilusi yang tak kan pernah jadi nyata saat ini.....tapi aku yakin suatu saat aku akan mendapatkan mimpiku tanpa harus aku beli mimpi indahku.............
intai seseorang bkn krna wjah,karna wjah bisa mnipu,jangan pula karna harta,karna harta hanya titipan,amanah dari sang pencipta.Dan tak kan aBadi.
Tpi cintailah seseorang,karna kau tenang bersamanya,dy slalu membuatmu terSENYUM,n qm bhagia berSAMANYA.
Dan. .Kau memilihnya DARI HATI dan Bila cinta harus berakhir
dgn keseDIhan?Jgn pernah
menyesal dgn pertemuan.
Karena orang yg membuatmu sedih adalah orang yg pernah buatmu bAGAgia.
Saat q terdiam karna kcwa ini,tiba2 byangan kedua wanita yg dlu ada dlm hidupQ hadir lg.Mreka tertawa,marah,suka dgn keada'anQ sperti ini...!! Q tak mengerti,ada apa?Knapa?Dan mengapa?Begitu sakitkah kalian karna aku?Kecewakah kalian karnaQ saat itu?Tak bisakah kalian maafkan aku?Bagaimana carax agar kalian bisa maAFKAN aq?Aq tak tau kalian ada dmN skrg,wahai wanita cantik,,temui q malam ini dlm mimpiQ,berikan maAF padaku. . .
Maafkan aku cantik
Ragu,ragu,ragu,dan ragu.
Saat aku merasakan cintaQ yg dulu,hanya hasrat dan nafsu yang bersaraf pada otakQ...Jauh ataupun dekat dengan cintaQ yg ada hanya nafsu bercinta belaka...Smua ingin terlampiaskan dalam sebuah perbuatan dosa..Tiap kita bertemu hanya nafsu yang berjalan.,,bahkan aku berfikir cinta adalah nafsu
***
kini aku tak mendapatkan wanita untuk melampiaskan hasrat bercintaku lagi seperti dulu.Tapi aku menemukan wanita yang bisa reDAM ego hasrat bercintaKU.Dia tak terlalu cantik,baik,dan kaya.Tapi dia sempurna di hatiQ.Saat kita jauh?Aq ingin sekali bercinta dan bercumbu dengan dirinya.Tapi saat kita bersama?Rasa itu hilang..Yang ada hanya rasa sayang ingin mencintai,menjaga,serta mengasihi dirinya.Mengapa ini bisa terjadi?Kemana hasrat yg dulu ada?Aq ragu pada pemikiranku?Apakah aku benar benar mencintainya?Atau tidak?Atau inikah yg namanya ketULUSAN cinta??
Membina sebuah rumah tangga adalah sebuah mimpi terindah saat usiaku 25th kelak nanti....tapi..ini hanya sebuah mimpi,....sejenak aku berfikir...."bisakah aku membahagiakan keluarga yang akan aku impikan kelak?" aku hanya bermimpi kelak aku akan bahagia....tapi??? bukane roda terus berputar...?? sudah siapkah aku kalo kehilangan seseorang yang ku cintai kelak???aku hanya berharap pada kehidupanQ yang putih....tanpa peduli awan hitam akan menaungi aku kelak....mimpiku hanya sebuah ilusi yang tak kan pernah jadi nyata saat ini.....tapi aku yakin suatu saat aku akan mendapatkan mimpiku tanpa harus aku beli mimpi indahku.............
intai seseorang bkn krna wjah,karna wjah bisa mnipu,jangan pula karna harta,karna harta hanya titipan,amanah dari sang pencipta.Dan tak kan aBadi.
Tpi cintailah seseorang,karna kau tenang bersamanya,dy slalu membuatmu terSENYUM,n qm bhagia berSAMANYA.
Dan. .Kau memilihnya DARI HATI dan Bila cinta harus berakhir
dgn keseDIhan?Jgn pernah
menyesal dgn pertemuan.
Karena orang yg membuatmu sedih adalah orang yg pernah buatmu bAGAgia.
Rastafarian Dalam Musik Reggae
BELIA pasti kenal kan dengan Om Marley, musisi legendaris reggae? Kalo Belia dengerin lagu dan kisah hidupnya, wah dijamin deh Belia bakal terkesima dengan karisma Om Bob ini. Namun, inget juga ya! Enggak semua hal dari kehidupan musisi legendaris mana pun mesti kita tiru secara total. Belia yakin, temen-temen Belia sendiri pasti udah bisa memfilter segala informasi yang hinggap dalam pikiran Belia.
Mau tahu lebih lanjut tentang perkembangan rastafarian? Simak terus yah ulasan belia kali ini. Menurut penuturan beberapa sumber diceritakan bahwa musik reggae ini lahir di Jamaica sekitar tahun 1970-an. Di negeri asalnya, kaum rastafarian ini identik dengan perjuangan kaum kulit hitam yang mencoba melawan penindasan kaum kulit putih. Sosok kepahlawanan kaum rastafarian dikenang oleh generasi muda saat ini dengan penampilan yang cukup unik.
Beberapa atribut simbol yang mewakili kaum rastafarian di antaranya rambut gimbal, bendera dengan kombinasi warna hijau, kuning, dan merah. Bahkan, ada yang berpandangan bahwa rastafarian itu identik dengan kebiasaan mengonsumsi ganja. Wah, kalo untuk men-judge seperti ini belia angkat tangan deh!
Yang pasti belia yakin kok nggak semua orang tertarik juga dengan hal negatif tersebut. Apalagi kalo memvonis para penikmat musik tersebut adalah kaum pemakai! Wah salah berat tuh temen Belia! Dalam paparan artikel "Merentang Riwayat Reggae", (halaman situs sendaljepit.wordpress.com) diceritakan bahwa kata reggae diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata "ragged" (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae).
Bahkan, disebutkan pula bagaimana asal muasal rambut gimbal. Rambut gimbal bagi kaum Rastafarian ternyata mempunyai nilai tersendiri tuh temen-temen Belia! Rambut gimbal dalam istilah lazim reggae "dreadlock" ternyata diceritakan sudah puluhan tahun silam menjadi sebuah budaya.
Kembali ke "dreadlock" nya kaum Rastafarian, ternyata rambut gimbal ini mempunyai identititas tertentu lho bagi kaum Rasta. Simbolisasi ini kental pada nuansa politik tahun 1930-an di Jamaika. "Dreadlock" menjadi simbol pembeda antara baldhead (sebutan untuk rambut pirang dalam kaum kulit putih) yang mereka golongkan sebagai kaum penguasa penindas. Cukup seru juga kan?
Belia jadi inget ucapan salah satu musisi reggae di Indonesia, Steven & Coconut Treez dalam liputan Kick Andy yang menyatakan, "Enggak semua musisi reggae itu mengonsumsi ganja! Kembali kepada individunya masing-masing! Banyak juga mereka yang bukan penggemar reggae terlibat drugs."
Jujur belia pun sedikit terharu dengan penuturan salah satu musisi tersebut. Memang benar kok! Toh sampai saat ini bukan hanya kaum Rastafarian yang harus diidentikan dengan budaya narkoba. Remaja sekolah, mahasiswa, aparat polisi, sampai artis yang sering nongol di layar televisi pun ada yang terlibat narkoba. Hal tersebut seharusnya menjadi pelajaran tuh buat temen-teman Belia. Jangan sampai ada alasan dalam hati Belia "Ah, Bob Marley ajah ngeganja! masa sih gw enggak?"
Bahaya tuh kalo sampai Belia bersikap seperti itu. Berarti Belia hanya menangkap nilai negatifnya dari sosok Bob Marley. Lebih baik Belia tiru bagaimana Om Bob mengapresiasikan perlawanan rasialisme dalam lirik-lirik lagunya.
Berasal dari salah satu tokoh pejuang hak-hak kaum kulit hitam di Kingston, Jamaika, Marcus Garrey percaya bahwa akan ada seorang "nabi" yang akan datang dan membebaskan mereka dari penindasan kaum kulit putih. Singkat cerita, muncullah tokoh karismatik bernama Ras Tafaria Makonen di Jamaika. Marcus yakin sang pembebas telah datang. Ras Tafaria kemudian dijuluki Haile Selassie 1, Maha Diraja Ethiopia. Kelompok ini kemudian beralih menjadi semacam sekte (aliran kepercayaan) dan menamakan diri mereka Rastafarian.
Lambat laun ajaran tersebut semakin menyebar hingga akhirnya Bob Marley sendiri menerapkan ajaran-ajaran rastafarian ke dalam musiknya. Dan sampai saat itu pula musik reggae identik dengan rastafarian.
"Most people think Great God will come from the sky take away everything and make everybody feel high. But if you know what life is worth, you would look for yours on earth and now you see the light. So stand up for your right." (Bob Marley, "Get Up, Stand Up").***
muthart07@yahoo.com dari berbagai sumber
Mau tahu lebih lanjut tentang perkembangan rastafarian? Simak terus yah ulasan belia kali ini. Menurut penuturan beberapa sumber diceritakan bahwa musik reggae ini lahir di Jamaica sekitar tahun 1970-an. Di negeri asalnya, kaum rastafarian ini identik dengan perjuangan kaum kulit hitam yang mencoba melawan penindasan kaum kulit putih. Sosok kepahlawanan kaum rastafarian dikenang oleh generasi muda saat ini dengan penampilan yang cukup unik.
Beberapa atribut simbol yang mewakili kaum rastafarian di antaranya rambut gimbal, bendera dengan kombinasi warna hijau, kuning, dan merah. Bahkan, ada yang berpandangan bahwa rastafarian itu identik dengan kebiasaan mengonsumsi ganja. Wah, kalo untuk men-judge seperti ini belia angkat tangan deh!
Yang pasti belia yakin kok nggak semua orang tertarik juga dengan hal negatif tersebut. Apalagi kalo memvonis para penikmat musik tersebut adalah kaum pemakai! Wah salah berat tuh temen Belia! Dalam paparan artikel "Merentang Riwayat Reggae", (halaman situs sendaljepit.wordpress.com) diceritakan bahwa kata reggae diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata "ragged" (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae).
Bahkan, disebutkan pula bagaimana asal muasal rambut gimbal. Rambut gimbal bagi kaum Rastafarian ternyata mempunyai nilai tersendiri tuh temen-temen Belia! Rambut gimbal dalam istilah lazim reggae "dreadlock" ternyata diceritakan sudah puluhan tahun silam menjadi sebuah budaya.
Kembali ke "dreadlock" nya kaum Rastafarian, ternyata rambut gimbal ini mempunyai identititas tertentu lho bagi kaum Rasta. Simbolisasi ini kental pada nuansa politik tahun 1930-an di Jamaika. "Dreadlock" menjadi simbol pembeda antara baldhead (sebutan untuk rambut pirang dalam kaum kulit putih) yang mereka golongkan sebagai kaum penguasa penindas. Cukup seru juga kan?
Belia jadi inget ucapan salah satu musisi reggae di Indonesia, Steven & Coconut Treez dalam liputan Kick Andy yang menyatakan, "Enggak semua musisi reggae itu mengonsumsi ganja! Kembali kepada individunya masing-masing! Banyak juga mereka yang bukan penggemar reggae terlibat drugs."
Jujur belia pun sedikit terharu dengan penuturan salah satu musisi tersebut. Memang benar kok! Toh sampai saat ini bukan hanya kaum Rastafarian yang harus diidentikan dengan budaya narkoba. Remaja sekolah, mahasiswa, aparat polisi, sampai artis yang sering nongol di layar televisi pun ada yang terlibat narkoba. Hal tersebut seharusnya menjadi pelajaran tuh buat temen-teman Belia. Jangan sampai ada alasan dalam hati Belia "Ah, Bob Marley ajah ngeganja! masa sih gw enggak?"
Bahaya tuh kalo sampai Belia bersikap seperti itu. Berarti Belia hanya menangkap nilai negatifnya dari sosok Bob Marley. Lebih baik Belia tiru bagaimana Om Bob mengapresiasikan perlawanan rasialisme dalam lirik-lirik lagunya.
Berasal dari salah satu tokoh pejuang hak-hak kaum kulit hitam di Kingston, Jamaika, Marcus Garrey percaya bahwa akan ada seorang "nabi" yang akan datang dan membebaskan mereka dari penindasan kaum kulit putih. Singkat cerita, muncullah tokoh karismatik bernama Ras Tafaria Makonen di Jamaika. Marcus yakin sang pembebas telah datang. Ras Tafaria kemudian dijuluki Haile Selassie 1, Maha Diraja Ethiopia. Kelompok ini kemudian beralih menjadi semacam sekte (aliran kepercayaan) dan menamakan diri mereka Rastafarian.
Lambat laun ajaran tersebut semakin menyebar hingga akhirnya Bob Marley sendiri menerapkan ajaran-ajaran rastafarian ke dalam musiknya. Dan sampai saat itu pula musik reggae identik dengan rastafarian.
"Most people think Great God will come from the sky take away everything and make everybody feel high. But if you know what life is worth, you would look for yours on earth and now you see the light. So stand up for your right." (Bob Marley, "Get Up, Stand Up").***
muthart07@yahoo.com dari berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)